Jumat, 17 April 2020,Pukul 09.00-10.00 Pengurus DKM dan LAZ Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan sosial tahap ke-2 kepada para supir jemputan dan warga yang terdampak wabah covid 19 secara ekonomi,

 

dengan jumlah 159 paket sembako dan 159 masker yang merupakan sumbangan dari para penjual di Gerai Emak Emak UQ dibawah koordinasi seksi Dana Usaha FPOM ( Forum Persaudaraan Orang Tua Murid) SMPIT UQ.Hingga pukul 09.00 wib kamis 16 April 2020, dapat dilaporkan jumlah sedekah yg sudah terkumpul atau terdata mulai tanggal  11 sampai 16 April 2020 sebesar Rp.9.913.050.

Read more

SDIT Ummul Quro Bogor mengadakan tarhib Ramadhan secara Livestreaming pada Rabu, 22 April 2020  pukul 09.00 - 10.00, bersama Ust. Eman Sulaeman, S.Sos.I dipandu oleh MC Ust. Yuhdi, S.P. 

 

 

Acara berlangsung lancar, diakhir acara ada interaktif kuis secara langsung dan chat.Ada dua pemenang yang langsung jawab atas nama Akbar kelas VC dan Hafidzah VA Acara ditutup dengan do'a oleh ustadz Eman Sulaeman.Hadiah akan dikirimkan langsung ke alamat rumah pemenang.Alhamdulillah dengan acara Livestreaming ini menjadi ajang saling sapa antar siswa yang sudah sekian lama tidak berjumpa, sehingga kita mengarahkan juga supaya menyimak tausiyah yang disampaikan ustadz Eman, jadi seperti kita berada di lapangan dan meminta mereka tertib mendengar tausiyah.Banyak yang chat di Live streaming dan anak anak terlihat sangat antusias mengikuti acara tarhib Ramadhan Livestreaming ini, mereka duduk khusyu menyimak apa yang disampaikan ustadz Eman.

Read more

Kamis, 23 April 2020 diselenggarakan Tarhib Romadhon untuk pegawai yayasan Ummul Quro Bogor, tema yang diangkat adalah *"Covid-19 Menormalisasi  Dunia, Ramadhan Men-Tarbiyah Jiwa."*

 

Acara dipandu oleh Ustadz Eman Sulaeman, dan taujih disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Syamsuddin Harun, M.Pd.

Di awal, beliau menyapa para pegawai dan mendo:akan,Semoga Ikhwan dan akhwat fillah, bapak/ ibu semua dalam keadaan sehat wal'afiat. Selalu semangat dalam menjalankan hari-hari dimasa tersebarnya wabah covid-19 ini dengan senantiasa menjalankan protokol kewaspadaan dan tentunya senantiasa berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT.

Selanjutnya beliau menyampaikan taujihnya, 

1. Covid-19 Menormalisasi Kehidupan  Dunia.

Paling tidak ada tiga efek dari tersebarnya wabah covid-19, yang berimplikasi kepada 'normalisasi' kehidupan dunia, yang sudah sedemikian pesat dengan segala kemajuannya, namun tak terhindari efek negatifnya. Tiga efek tersebarnya wabah covid-19 itu antara lain:

 

a) Efek Sosial

Kehidupan sosial kita yang sudah sedemikian luas dinamika dan implikasinya, baik pada kehidupan pribadi,  keluarga dan tatanan sosial kemasyarakatan, seakan dihentikan lajunya dengan wabah covid-19 ini, agar kembali dinormalisasi dalam berkehidupan sosial.

Seakan kita diingatkan untuk kembali memperhatikan keutamaan keluarga,  yang menjadi basis tatanan sosial kemasyarakatan

Kemajuan peradaban material saat ini yang berimplikasi kepada interaksi keluarga yang sangat minim, dengan kesibukan pekerjaan sehingga mungkin jarang bertemu dengan keluarga, seakan-akan keluarga tidak lagi menjadi prioritas. Anak2 kehilangan ayah atau bundanya, karena sibuk dengan aktivitasnya. Semua itu, seakan dihentikan. Semua kembali ke rumah. Bekerja dari rumah ( _work from home_ ), belajar dari rumah ( _learning from home_ ), dan beribadah di rumah ( _pray at home_ ). 

Kemudian juga kita diminta untuk membuat suatu "jarak secara fisik" antara satu dengan yang lain, dengan istilah _social distancing_ atau _phisical distancing_. 

Seakan kita diingatkan untuk menormalisasi interaksi sosial kita yang mungkin sudah berlebihan dan keluar dari batas2 norma yang baik yang kemudian berimplikasi pada kesehatan fisik dengan adanya penularan penyakit dari satu orang kepada orang lain. 

 

b) Efek Material

Kemajuan peradaban material saat ini seakan dihentikan. Berbagai macam usaha terhenti, laju perekonomian terhenti, pabrik2 semua terhenti. Sehingga eksploitasi atas alam ini terhenti, getaran atas alamnya ini berkurang, polusi udara menjadi sangat berkurang, bahkan laporan dunia lapisan ozon menjadi semakin menebal, udara menjadi bersih dan segar.  Langitpun nampak jelas kebiru-biruannya, yang selama ini tak pernah kita dapatkan.Seakan kita diingatkan untuk kembali menormalisasi kehidupan dunia dengan tidak terlalu mengeksploitasi alam semesta ini secara berlebihan.Disisi lain menjaga kebersihan diri dan lingkungan suatu hal yang sangat dituntut dari kejadian ini. Tangan dan tubuhkita harus bersih, lingkungan kita harus bersih, agar semua bisa terhindar dari penularan penyakit.

 

c) Efek Ideologis

Nampak dari tersebarnya wabah covid-19 ini ada efek Ideologis, dimana orang-orang mulai kembali mengkritisi format kehidupan peradaban material saat ini.Kesadaran untuk kembali memperhatikan aspek spiritual yang nampak lebih sesuai bagi kehidupan ini. Dan alternatif itu ada pada ajaran Islam.

 

2. Ramadhan Men-Tarbiyah Jiwa.

Inti kebaikan dan keburukan ada pada jiwa ( _anfus_ ) yang bermuara pada hati manusia. Rasulullah Saw bersabda: 

"Jika hatinya baik maka baik seluruh amalnya, dan jika hatinya buruk maka buruk seluruh amalnya. (Hadits)"

Dan perubahan kehidupan itu dimulai dari perubahan jiwa manusia. Allah SWT berfirman:

_Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu masyarakat, hingga mereka mengubah diri (jiwa) mereka sendiri. (QS. Arra'du, ayat 11)._ 

Maka Allah SWT memberikan mandrasah kepada kita semua untuk selalu memperbaiki jiwa kita agar kita menjalankan kehidupan ini sesuai dengan arahan Sang Penciptanya, yaitu Allah SWT. Baik untuk menjalankan kehidupan pribadi, sosial kemasyarakatan, dan dalam mengelola alam semesta ini.

Dalam ibadah ramadhan Allah SWT Men-Tarbiyah kita dengan beberapa hal, diantaranya: 

 

a) Men-Tarbiyah Jiwa/ Pribadi Kita. 

Jiwa/ pribadi kita dididik oleh Allah dengan *berpuasa* (QS Al-Baqarah, ayat 183). Menahan diri, bukan sekedar lapar dan dahaga, tapi juga menjaga akhlaq sosial kita kepada tetangga, *menjaga hawa nafsu*, melatih *kesabaran* dan ketangguhan, menjaga  lisan dan tindakan kita.Kita juga dididik oleh Allah SWT untuk kembali *mendekatkan diri kepada AlQuran* (QS. Al-Baqarah, ayat 185) sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda antara kebenaran dan kebaikan. *Membacanya, mengkaji, dan memahaminya dengan baik untuk kita amalkan*. 

*Imam Syafi'i* jika datang bilang ramadhan, maka beliau mengkhatamkan AlQuran dua kali dalam satu hari. Walaupun beliau sudah hafal AlQuran tetapi di bulan ramadhan beliau mengkhususkan untuk membacanya. Sebab Ramadhan adalah bulan diturunkannya AlQuran.

Ramadhan jiwa Men-Tarbiyah jiwa kita untuk *banyak berdoa dan beribadah Sunnah lainnya; shalat tahajjud, shalat dhuha, yang puncaknya kita disunnahkan untuk beri'tikaf di masjid.* Tentunya pada kondisi saat ini harus menyesuaikan dengan protokol kewaspadaan. 

 

b) Men-Tarbiyah Kepedulian Sosial Kita. 

Bulan ramadhan juga bukankah Allah dan Rasul-Nya mendidik kita untuk *menajamkan sensitivitas jiwa sosial kita*. Apalagi pada kondisi tersebarnya wabah covid-19 ini. Kita harus peduli kepada saudara2 kita yang kehilangan pekerjaan, usahanya terhenti, sehingga untuk makan sehari2 mereka sangat kesulitan. Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi, *bershadaqah,* semampu yang kita bisa. Rasulullah Saw bersabda dalam hal ini: 

"Walaupun hanya seteguk air, walaupun hanya sebiji kurma, walaupun hanya sesendok mentega."

InsyaAllah kita semua bisa melakukan itu. Artinya Rasulullah Saw memobilisasi kita semua dari orang yang sangat kaya hingga orang yg biasa2 saja secara ekonomi untuk peduli kepada lingkungan sekitarnya. 

Inilah *solidaritas sosial* yang diajarkan Islam kepada kita semua. Untuk saling bantu, saling bahu membahu, dalam menjalankan kehidupan sosial kita.

 

c) Men-Tarbiyah Ke-Ilmuan Kita. 

Ramadhan juga menjadi ajang kita untuk mendalami berbagai pengetahuan kita khususnya di bidang keagamaan. Karena hal ini menjadi bekal untuk kita dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Maka keseimbangan pendidikan atas jiwa manusia yang akan menghantarkan kehidupan ini lebih baik. Kehidupan bukan hanya aspek fisik/ material, tetapi juga ada aspek spiritual, akhlaq, dan akal (ilmu). Dan keseimbangan itu dibangun dengan mendekatkan diri kepada AlQuran, membersihkan jiwa kita, dan menggali ilmu pengetahuan yang kita butuhkan. Sebagimana firman Allah SWT:

_Dialah yang mengutus dari kaum yang tidak bisa baca tulis seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, membersihkan jiwa mereka, dan mengajarkan mereka tentang kitab dan hikmah (Sunnah). Dan keadaan mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al-Jumu'ah, ayat 2)._

 

Demikian. 

Semoga bermanfaat untuk kita semua, pungkas beliau.

 

Read more

KEMANG-RADAR BOGOR, Melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat ketat, karena berada di perbatasan antara kota dan kabupaten, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ummul Quro pilih sistem drive-thru dalam pembagian rapor anak didiknya.

 

Senin (15/6/2020), giliran jadwal anak kelas 6 yang mengambil rapor secara drive-thru di sekolah yang berada dibilangan Kemang itu.

Satu persatu orang tua berdatangan menggunakan kendaraannya masing-masing. Dari rumah, mereka telah menyiapkan sebuah kertas bertuliskan nama anak mereka beserta kelasnya.

Jadi, mereka tinggal menunjukkan kertas tersebut lewat jendela agar bisa dilihat gurunya. Hal itu dilakukan agar meminimalisir komunikasi yang terjadi antar orangtua dengan para guru.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Yayasan Ummul Quro Bogor, Fauzi Nahdi menerangkan, pihak sekolah sudah menerapkan jam untuk tiap masing-masing kelas.

“Mulai kelas 6A mulai jam 8-9, kelas 6B mulai jam 9-10, dan seterusnya, jadi orangtua juga sudah diberitahu itu. Sehingga mereka harus datang tepat waktu. Kalau lebih, harus koordinasi dengan walikelas masing-masing, kalau kurang, kami minta muter-muter dulu, gak bisa masuk harus sesuai jadwalnya,” bebernya kepada Radar Bogor.

Dalam penerapan di lapangan, Fauzi menjelaskan, ada beberapa check poin yang disediakan sekolah. Check poin pertama di jalan raya pintu masuk kawasan SIT UQ. Di sana ada security berjaga memastikan apakah orangtua yang datang sesuai dengan jadwalnya.

Jika sesuai, orangtua murid masuk ke check poin kedua, yaitu pengecekan suhu tubuh. Bagi yang suhu tubuhnya normal, orangtua memasuki check poin tiga, yaitu pengecekan kembali nama siswa.

Namun jika suhu tubuh salah satu yang ada di mobil tinggi, pihak sekolah meminta orangtua menunggu di parkiran mobil, pihak sekolah yang menggunakan alat pelindung diri (APD) yang mengantarkan rapor ke mobil.

Bagi yang sudah lolos, orangtua sudah tinggal berhenti di meja pengambilan rapor dan disambut oleh walikelas masing-masing dan semua guru lainnya.

“Intinya semua proses tidak membuat orangtua keluar mobil, dan itu gak boleh. Semua harus diam di kendaraannya masing-masing,” bebernya.

Fauzi berharap, ini menjadi percontohan, khususnya bagi sekolah islam terpadu lainnya di Indonesia. Sehingga membuat aman dan nyaman semua warga sekolah, baik anak maupun guru. (ran)

 

Sumber : Radar Bogor Edisi 16 Juni 2020

 

Read more

TRIBUNNEWS.COM - Sekolah Islam Terpadu atau SIT Ummul Quro Bogor baru saja melaksanakan pembagian rapor hasil belajar siswa jenjang TKIT, SDIT hingga SMPIT secara drive thru.

 

Adanya masa pandemi virus corona (Covid-19) mendatangkan pengaruh pada kegiatan belajar juga kegiatan lainnya di sekolah.

Satu di antaranya yang terjadi di TKIT Ummul Quro Bogor, di mana baru saja melaksanakan pembagian hasil belajar siswa secara drive thru.

"Tentu ada persiapan, dan sebelumnya sudah ada komunikasi intens dengan orang tua murid," ujar Ira Sugiarti selaku Kepala Sekolah TKIT Ummul Quro, saat dihubungi Tribunnews.com melalui Zoom, Rabu (18/6/2020).

Kegiatan tersebut juga dilakukan sesuai anjuran pemerintah di masa pandemi untuk mengurangi pertemuan sosial.

Sementara Ira juga menjelaskan dalam pelaksanaan pembagian hasil belajar secara drive thru, segala sarana dan prasarana pun disiapkan dengan matang.

Sehingga seluruh hasil belajar siswa TKIT Ummul Quro tahun 2020 ini yang berjumlah 111 anak tersampaikan ke orang tuanya.

Tentu saja tidak cukup sampai di pembagian rapor saja, Ira menyebut sekolah juga tetap meneruskan komunikasi dengan orang tua agar perkembangan anak juga dapat diketahui secara optimal.

"Kemarin membutuhkan waktu 2 hari untuk keseluruhan murid TK kami," terangnya lagi.

Selain rapor, sekolah juga mengembalikan barang-barang siswa yang masih ada di sekolah, sebelumnya pun telah disemprot disinfektan lantaran berada di sekolah selama 3 bulan.

Bagi Ira dan guru-guru TKIT Ummul Quro ada perasaan sedih tersendiri, lantaran tidak bisa bertatap muka langsung dengan siswa yang lulus.

"Meskipun sedih harus melepas siswa tanpa memeluknya," ujarnya.

Efektifkan Kelas Online

Seperti sekolah - sekolah lainnya TKIT Ummul Quro pun juga menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara online.

Tentu saja hal tersebut untuk meminimalisir adanya penyebaran virus corona (Covid-19).

"Kami optimal melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online, dan hal tersebut tidak hanya murid, juga mengikutsertakan peran orang tua," imbuh Ira.

Ira menyebut ada hal yang menarik tersendiri ketika kegiatan belajar online dengan para siswa.

Di mana saat belajar online siswa dikondisikan seperti akan sekolah normal.

"Siswa harus sudah mandi, sarapan, dan baik siswa juga guru sama-sama menggunakan seragam sekolah, agar lebih semangat," tuturnya.

Peran orang tua pun juga sangat diperlukan, lantaran untuk mendampingi anaknya saat belajar.

Terlebih juga dalam mempersiapkan peralatan belajar dari rumah.

"Kadang karena kondisi, peralatan belajar siswa di rumah tidak selengkap di sekolah, jadi kami guru dan orang tua sama-sama inovatif memanfaatkan apa yang ada di rumah siswa untuk belajar, tanpa harus membelinya di luar rumah," terang Ira.

Terkait materi dan waktu belajar tentu ada penyesuaian.

Ira menyebut materi belajar memang ada pengurangan, namun esensinya tidak berkurang.

Sehingga pengetahuan siswa tetap dapat terasah.

Menuju New Normal

Terkait wacana New Normal, TKIT Ummul Quro pun sudah mempersiapkannnya.

Termasuk dalam hal sarana dan prasana juga skema belajar di sekolah.

"InsyaAllah kami siap apabila nantinya daerah kami dinyatakan Zona Hijau, dan menuju New Normal, termasuk persiapan - persiapannya," lanjutnya.

Ira menyebut nantinya tidak semua siswa akan masuk sekolah secara bersamaan.

Namun skemanya akan dilakukan secara shift, atau bergiliran.

Tujuannya agar tidak terjadi perkumpulan siswa dan guru yang banyak.

Bahkan kegiatan belajar mengajar secara online pun juga akan dilaksanakan, agar lebih maksimal.

Selain itu baik guru maupun siswa juga akan memenuhi protokol kesehatan, seperti memastikan dalam kondisi sehat, cek suhu tubuh, masker, hingga pengisian assessments.

"Yang pasti komunikasi juga sosialisasi kepada orang tua murid sudah intens kami lakukan, terkait persiapan ini sehingga murid akan dapat terus berkembang pengetahuan terasah, walaupun di masa pandemi seperti saat ini," tutupnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Read more
Share: