Bogor, 23 Juli 2025 – Dalam rangka memperkuat karakter kepemimpinan generasi muda, Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dan Bagian Pendidikan Yayasan Ummul Quro Bogor, serta berkolaborasi dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Korda Kab. Bogor menggelar acara Leader Talks bertajuk "Leadership Motivation for Student Leaders". Kegiatan inspiratif ini menghadirkan pembicara internasional, Mohamed M. Bahgat, seorang tokoh global dalam pengembangan kepemimpinan dan pendiri SeGa Group, sebuah organisasi multinasional yang bergerak di bidang pendidikan dan kepemimpinan strategis. Bertempat di Gedung Serbaguna SMAIT Ummul Quro Bogor, acara berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta yang merupakan pemimpin pelajar terpilih dari seluruh satuan pendidikan di lingkungan Yayasan Ummul Quro Bogor. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 11.30 WIB, dengan suasana yang hangat, inspiratif, dan penuh semangat belajar. Mohamed M. Bahgat dalam paparannya menyampaikan pentingnya karakter, nilai, dan visi dalam kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu mengarahkan dan mempengaruhi orang lain, tetapi juga harus memiliki integritas, empati, dan kesadaran akan tanggung jawab sosialnya. “Kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan soal misi. Jadilah pemimpin yang tahu ke mana ingin membawa timnya, dan lakukan itu dengan ketulusan dan kejujuran,” ujar Bahgat yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa. Peserta diajak untuk memahami peran penting mereka sebagai pemimpin pelajar—bukan hanya dalam organisasi sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di masyarakat. Dalam sesi diskusi interaktif, beberapa peserta bahkan berkesempatan bertanya langsung kepada narasumber mengenai tantangan kepemimpinan remaja dan strategi membangun rasa percaya diri. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Pusdiklat Ummul Quro yang menekankan pengembangan kompetensi non-akademik, terutama di bidang kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi pionir perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakatnya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pembicara. Semangat yang terpancar dari para peserta menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga sebagai calon pemimpin yang siap membawa perubahan. Dengan adanya Leader Talks ini, SMAIT Ummul Quro Bogor sekali lagi menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berjiwa pemimpin global. **(mans/31-7-25)
Munas VI JSIT Indonesia merupakan forum permusyawaratan tertinggi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, menjadi ajang konsolidasi nasional dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan. Forum ini juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kolaborasi antar sekolah Islam terpadu dari seluruh Indonesia. Sekitar kurang lebih 1200 peserta hadir dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk dari SIT Ummul Quro Bogor yang mengirimkan sejumlah delegasi pimpinan. Mereka adalah Lina Pujisastuti selaku Kepala Bagian Pendidikan, Shintawati selaku Kepala Bagian Pengembangan Potensi, Kelembagaan dan Jaringan (PPKJ), Ira Sugiarti selaku Kepala TKIT, Ika Nuning Y selaku Kepala SDIT, Mia Mariamah selaku Kepala SMPIT, Eman Sulaeman selalu Kasubag. Diklat dan Humas, M. Fauzi Nahdi selaku Kasubag Sanitasi dan Kemanan, serta Fachri Rahmat sebagai perwakilan dari SMAIT Ummul Quro Bogor. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen kuat SIT Ummul Quro dalam mendukung arah strategis dan semangat kebersamaan JSIT Indonesia. Kegiatan dilangsungkan selama empat hari, dari Kamis, 24 Juli hingga Minggu, 27 Juli 2025, dengan agenda yang padat seperti pembukaan resmi, sidang pleno, seminar nasional, sarasehan, hingga pemilihan ketua JSIT Indonesia yang baru. Bertempat di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Munas ini menjadi simbol penguatan jejaring JSIT di kawasan Indonesia Timur, sekaligus memperluas dampak gerakan pendidikan Islam terpadu secara nasional. Munas menjadi momentum penting bagi JSIT Indonesia dalam merefleksikan capaian dua dekade terakhir, sekaligus merumuskan visi baru menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Forum ini juga menguatkan sinergi antar lembaga pendidikan Islam agar terus bergerak maju dalam satu visi: melahirkan generasi berkarakter Qur’ani dan berprestasi global. Delegasi dari SIT Ummul Quro Bogor aktif terlibat dalam berbagai forum, baik sebagai peserta sidang maupun dalam diskusi strategis bersama perwakilan sekolah lain. Selama empat hari, mereka juga menjalin komunikasi intensif antar wilayah serta turut berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi dan program kerja strategis bagi masa depan JSIT Indonesia. (man's/25-7-25)
Kegiatan berlangsung dengan suasana dinamis dan penuh semangat ukhuwah.
Bogor, 23 Juli 2025 – Yayasan Ummul Quro Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan global melalui penyelenggaraan Seminar Internasional “5D Thinking for Transformative Teaching”, yang menghadirkan Prof. Dr. Necati Aydin dari Turki, pendiri konsep 5D Thinking, sebagai narasumber utama.
Acara ini digelar pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di Aula Diklat Yayasan Ummul Quro Bogor, dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini mengangkat pentingnya pendekatan pembelajaran transformatif berbasis lima dimensi—spiritual, intelektual, sosial, emosional, dan moral—yang diyakini mampu membentuk manusia paripurna di era penuh tantangan ini.
Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendalami kerangka berpikir 5D Thinking kepada para pendidik, pimpinan sekolah, serta penggerak pendidikan. Pendekatan ini menekankan pada pengintegrasian nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam proses pendidikan, sebagai respons terhadap pendidikan modern yang cenderung berorientasi pada hasil akademik semata.
Pembukaan seminar dilakukan oleh Ustadz Suswono, Ketua Yayasan Ummul Quro Bogor.
Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi pendekatan pendidikan yang lebih holistik:
“Kami sangat menyambut baik kehadiran Prof. Necati Aydin dan ide besar 5D Thinking ini. Di tengah tantangan pendidikan modern, kita perlu kembali pada pendidikan yang memanusiakan manusia secara utuh—bukan hanya aspek kognitif, tetapi juga spiritual, sosial, dan emosional. Semoga seminar ini menjadi pemantik perubahan di lembaga-lembaga pendidikan kita.”
Kegiatan dilaksanakan di Aula Diklat Yayasan Ummul Quro Bogor, dan dihadiri oleh para guru, pimpinan pendidikan, serta tamu undangan dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan.
Diselenggarakannya seminar ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kapasitas pendidik, khususnya dalam menghadapi kompleksitas tantangan abad ke-21. Model 5D Thinking yang dikembangkan oleh Prof. Aydin diyakini dapat menjadi panduan strategis bagi institusi pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan memberdayakan.
Kegiatan seminar ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kesadaran para pemangku kepentingan pendidikan akan perlunya paradigma baru dalam proses belajar mengajar. Dengan mengusung nilai-nilai integratif dalam pendekatan 5D Thinking, pendidikan diyakini dapat menjadi sarana untuk membentuk generasi yang unggul secara intelektual, utuh secara spiritual, dan bertanggung jawab secara moral.
Seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menginspirasi lahirnya gerakan pendidikan transformatif di Indonesia. Para peserta berharap agar pendekatan 5D Thinking dapat lebih disosialisasikan dan diintegrasikan dalam kurikulum lembaga pendidikan formal dan nonformal di Indonesia. (man's/25-7-25)
Read more