Kamis, 23 April 2020 diselenggarakan Tarhib Romadhon untuk pegawai yayasan Ummul Quro Bogor, tema yang diangkat adalah *"Covid-19 Menormalisasi  Dunia, Ramadhan Men-Tarbiyah Jiwa."*

 

Acara dipandu oleh Ustadz Eman Sulaeman, dan taujih disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Syamsuddin Harun, M.Pd.

Di awal, beliau menyapa para pegawai dan mendo:akan,Semoga Ikhwan dan akhwat fillah, bapak/ ibu semua dalam keadaan sehat wal'afiat. Selalu semangat dalam menjalankan hari-hari dimasa tersebarnya wabah covid-19 ini dengan senantiasa menjalankan protokol kewaspadaan dan tentunya senantiasa berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT.

Selanjutnya beliau menyampaikan taujihnya, 

1. Covid-19 Menormalisasi Kehidupan  Dunia.

Paling tidak ada tiga efek dari tersebarnya wabah covid-19, yang berimplikasi kepada 'normalisasi' kehidupan dunia, yang sudah sedemikian pesat dengan segala kemajuannya, namun tak terhindari efek negatifnya. Tiga efek tersebarnya wabah covid-19 itu antara lain:

 

a) Efek Sosial

Kehidupan sosial kita yang sudah sedemikian luas dinamika dan implikasinya, baik pada kehidupan pribadi,  keluarga dan tatanan sosial kemasyarakatan, seakan dihentikan lajunya dengan wabah covid-19 ini, agar kembali dinormalisasi dalam berkehidupan sosial.

Seakan kita diingatkan untuk kembali memperhatikan keutamaan keluarga,  yang menjadi basis tatanan sosial kemasyarakatan

Kemajuan peradaban material saat ini yang berimplikasi kepada interaksi keluarga yang sangat minim, dengan kesibukan pekerjaan sehingga mungkin jarang bertemu dengan keluarga, seakan-akan keluarga tidak lagi menjadi prioritas. Anak2 kehilangan ayah atau bundanya, karena sibuk dengan aktivitasnya. Semua itu, seakan dihentikan. Semua kembali ke rumah. Bekerja dari rumah ( _work from home_ ), belajar dari rumah ( _learning from home_ ), dan beribadah di rumah ( _pray at home_ ). 

Kemudian juga kita diminta untuk membuat suatu "jarak secara fisik" antara satu dengan yang lain, dengan istilah _social distancing_ atau _phisical distancing_. 

Seakan kita diingatkan untuk menormalisasi interaksi sosial kita yang mungkin sudah berlebihan dan keluar dari batas2 norma yang baik yang kemudian berimplikasi pada kesehatan fisik dengan adanya penularan penyakit dari satu orang kepada orang lain. 

 

b) Efek Material

Kemajuan peradaban material saat ini seakan dihentikan. Berbagai macam usaha terhenti, laju perekonomian terhenti, pabrik2 semua terhenti. Sehingga eksploitasi atas alam ini terhenti, getaran atas alamnya ini berkurang, polusi udara menjadi sangat berkurang, bahkan laporan dunia lapisan ozon menjadi semakin menebal, udara menjadi bersih dan segar.  Langitpun nampak jelas kebiru-biruannya, yang selama ini tak pernah kita dapatkan.Seakan kita diingatkan untuk kembali menormalisasi kehidupan dunia dengan tidak terlalu mengeksploitasi alam semesta ini secara berlebihan.Disisi lain menjaga kebersihan diri dan lingkungan suatu hal yang sangat dituntut dari kejadian ini. Tangan dan tubuhkita harus bersih, lingkungan kita harus bersih, agar semua bisa terhindar dari penularan penyakit.

 

c) Efek Ideologis

Nampak dari tersebarnya wabah covid-19 ini ada efek Ideologis, dimana orang-orang mulai kembali mengkritisi format kehidupan peradaban material saat ini.Kesadaran untuk kembali memperhatikan aspek spiritual yang nampak lebih sesuai bagi kehidupan ini. Dan alternatif itu ada pada ajaran Islam.

 

2. Ramadhan Men-Tarbiyah Jiwa.

Inti kebaikan dan keburukan ada pada jiwa ( _anfus_ ) yang bermuara pada hati manusia. Rasulullah Saw bersabda: 

"Jika hatinya baik maka baik seluruh amalnya, dan jika hatinya buruk maka buruk seluruh amalnya. (Hadits)"

Dan perubahan kehidupan itu dimulai dari perubahan jiwa manusia. Allah SWT berfirman:

_Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu masyarakat, hingga mereka mengubah diri (jiwa) mereka sendiri. (QS. Arra'du, ayat 11)._ 

Maka Allah SWT memberikan mandrasah kepada kita semua untuk selalu memperbaiki jiwa kita agar kita menjalankan kehidupan ini sesuai dengan arahan Sang Penciptanya, yaitu Allah SWT. Baik untuk menjalankan kehidupan pribadi, sosial kemasyarakatan, dan dalam mengelola alam semesta ini.

Dalam ibadah ramadhan Allah SWT Men-Tarbiyah kita dengan beberapa hal, diantaranya: 

 

a) Men-Tarbiyah Jiwa/ Pribadi Kita. 

Jiwa/ pribadi kita dididik oleh Allah dengan *berpuasa* (QS Al-Baqarah, ayat 183). Menahan diri, bukan sekedar lapar dan dahaga, tapi juga menjaga akhlaq sosial kita kepada tetangga, *menjaga hawa nafsu*, melatih *kesabaran* dan ketangguhan, menjaga  lisan dan tindakan kita.Kita juga dididik oleh Allah SWT untuk kembali *mendekatkan diri kepada AlQuran* (QS. Al-Baqarah, ayat 185) sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda antara kebenaran dan kebaikan. *Membacanya, mengkaji, dan memahaminya dengan baik untuk kita amalkan*. 

*Imam Syafi'i* jika datang bilang ramadhan, maka beliau mengkhatamkan AlQuran dua kali dalam satu hari. Walaupun beliau sudah hafal AlQuran tetapi di bulan ramadhan beliau mengkhususkan untuk membacanya. Sebab Ramadhan adalah bulan diturunkannya AlQuran.

Ramadhan jiwa Men-Tarbiyah jiwa kita untuk *banyak berdoa dan beribadah Sunnah lainnya; shalat tahajjud, shalat dhuha, yang puncaknya kita disunnahkan untuk beri'tikaf di masjid.* Tentunya pada kondisi saat ini harus menyesuaikan dengan protokol kewaspadaan. 

 

b) Men-Tarbiyah Kepedulian Sosial Kita. 

Bulan ramadhan juga bukankah Allah dan Rasul-Nya mendidik kita untuk *menajamkan sensitivitas jiwa sosial kita*. Apalagi pada kondisi tersebarnya wabah covid-19 ini. Kita harus peduli kepada saudara2 kita yang kehilangan pekerjaan, usahanya terhenti, sehingga untuk makan sehari2 mereka sangat kesulitan. Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi, *bershadaqah,* semampu yang kita bisa. Rasulullah Saw bersabda dalam hal ini: 

"Walaupun hanya seteguk air, walaupun hanya sebiji kurma, walaupun hanya sesendok mentega."

InsyaAllah kita semua bisa melakukan itu. Artinya Rasulullah Saw memobilisasi kita semua dari orang yang sangat kaya hingga orang yg biasa2 saja secara ekonomi untuk peduli kepada lingkungan sekitarnya. 

Inilah *solidaritas sosial* yang diajarkan Islam kepada kita semua. Untuk saling bantu, saling bahu membahu, dalam menjalankan kehidupan sosial kita.

 

c) Men-Tarbiyah Ke-Ilmuan Kita. 

Ramadhan juga menjadi ajang kita untuk mendalami berbagai pengetahuan kita khususnya di bidang keagamaan. Karena hal ini menjadi bekal untuk kita dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Maka keseimbangan pendidikan atas jiwa manusia yang akan menghantarkan kehidupan ini lebih baik. Kehidupan bukan hanya aspek fisik/ material, tetapi juga ada aspek spiritual, akhlaq, dan akal (ilmu). Dan keseimbangan itu dibangun dengan mendekatkan diri kepada AlQuran, membersihkan jiwa kita, dan menggali ilmu pengetahuan yang kita butuhkan. Sebagimana firman Allah SWT:

_Dialah yang mengutus dari kaum yang tidak bisa baca tulis seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, membersihkan jiwa mereka, dan mengajarkan mereka tentang kitab dan hikmah (Sunnah). Dan keadaan mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata. (QS. Al-Jumu'ah, ayat 2)._

 

Demikian. 

Semoga bermanfaat untuk kita semua, pungkas beliau.

 

Share:
Share: