Munas VI JSIT Indonesia merupakan forum permusyawaratan tertinggi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, menjadi ajang konsolidasi nasional dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan. Forum ini juga menjadi ruang refleksi dan penguatan kolaborasi antar sekolah Islam terpadu dari seluruh Indonesia.
Sekitar kurang lebih 1200 peserta hadir dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk dari SIT Ummul Quro Bogor yang mengirimkan sejumlah delegasi pimpinan. Mereka adalah Lina Pujisastuti selaku Kepala Bagian Pendidikan, Shintawati selaku Kepala Bagian Pengembangan Potensi, Kelembagaan dan Jaringan (PPKJ), Ira Sugiarti selaku Kepala TKIT, Ika Nuning Y selaku Kepala SDIT, Mia Mariamah selaku Kepala SMPIT, Eman Sulaeman selalu Kasubag. Diklat dan Humas, M. Fauzi Nahdi selaku Kasubag Sanitasi dan Kemanan, serta Fachri Rahmat sebagai perwakilan dari SMAIT Ummul Quro Bogor.
Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen kuat SIT Ummul Quro dalam mendukung arah strategis dan semangat kebersamaan JSIT Indonesia.
Kegiatan dilangsungkan selama empat hari, dari Kamis, 24 Juli hingga Minggu, 27 Juli 2025, dengan agenda yang padat seperti pembukaan resmi, sidang pleno, seminar nasional, sarasehan, hingga pemilihan ketua JSIT Indonesia yang baru. Bertempat di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Munas ini menjadi simbol penguatan jejaring JSIT di kawasan Indonesia Timur, sekaligus memperluas dampak gerakan pendidikan Islam terpadu secara nasional.
Munas menjadi momentum penting bagi JSIT Indonesia dalam merefleksikan capaian dua dekade terakhir, sekaligus merumuskan visi baru menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Forum ini juga menguatkan sinergi antar lembaga pendidikan Islam agar terus bergerak maju dalam satu visi: melahirkan generasi berkarakter Qur’ani dan berprestasi global.
Kegiatan berlangsung dengan suasana dinamis dan penuh semangat ukhuwah.
Delegasi dari SIT Ummul Quro Bogor aktif terlibat dalam berbagai forum, baik sebagai peserta sidang maupun dalam diskusi strategis bersama perwakilan sekolah lain. Selama empat hari, mereka juga menjalin komunikasi intensif antar wilayah serta turut berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi dan program kerja strategis bagi masa depan JSIT Indonesia. (man's/25-7-25)