Senin, 21 Juli 2025 – Yayasan Ummul Quro Bogor resmi melantik sejumlah pejabat struktural baru dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung di Aula Yayasan. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penataan manajemen yang lebih adaptif terhadap perubahan serta memperkuat tata kelola pendidikan yang kolaboratif.
Kegiatan ini merupakan Pelantikan Pejabat Struktural di lingkungan Yayasan Ummul Quro Bogor, yang diawali dengan pembukaan, pembacaan Surat Keputusan, pelantikan oleh Ketua Umum, dan diakhiri dengan pengarahan strategis sebagai bekal kepemimpinan bagi para pejabat yang baru dilantik.
Acara dihadiri Pengurus Yayasan, Kepala dan Wakil Kepala Sekolah TKIT, SDIT, SMPIT, SMAIT Ummul Quro, Kepala Bagian dan Sub-Bagian di lingkungan yayasan. Dan diundang juga Ketua Konsorsium FPOM dan para Ketua FPOM dari masing-masing unit, namun berhalangan hadir.
Acara ini berlangsubg pada Senin, 21 Juli 2025, pukul 09.00 – 10.00 WIB, Berlokasi di Aula Yayasan Ummul Quro Bogor, sebagai pusat kegiatan kelembagaan resmi.
Pelantikan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyegarkan struktur organisasi, mendorong efisiensi tata kelola, serta membangun ekosistem kerja yang responsif terhadap dinamika pendidikan dan sosial saat ini.
Dalam arahannya, Ketua Umum Yayasan menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang tanggap terhadap perubahan serta memberdayakan seluruh elemen organisasi.
“Pemimpin hari ini harus sigap dan tanggap terhadap perubahan. Dunia pendidikan sangat dinamis, dan kita tidak bisa bersikap pasif. Kita perlu memiliki arah yang jelas, komunikasi yang efektif, dan kemampuan untuk mengayomi,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya fleksibilitas dalam mengelola organisasi yang heterogen dan berkembang.
“Jangan kaku dengan struktur, tapi tetap teguh dengan nilai. Fleksibel bukan berarti tidak punya prinsip, melainkan mampu beradaptasi tanpa kehilangan arah,” lanjutnya.
Ketua Umum juga mendorong setiap pejabat struktural untuk melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas:
“Berdayakan bawahan, libatkan mereka sejak awal. Jangan bekerja sendiri. Tim yang dilibatkan akan tumbuh dan berkontribusi lebih maksimal,” ujarnya.
Menghadapi kemungkinan resistensi dalam perubahan, beliau memberi arahan yang bijak: "Kalau ada resistensi, hadapi dengan tegas tapi juga jadilah pendengar yang baik. Apresiasi pendapat mereka, dan arahkan semua energi untuk pengembangan. Jangan biarkan ego menghambat kolaborasi.”
Arahan tersebut disambut positif oleh para peserta. Seluruh pejabat yang dilantik menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah dengan komitmen tinggi dan semangat kolaboratif.
Dengan pelantikan ini, Yayasan Ummul Quro Bogor berharap dapat memperkuat kapasitas kelembagaan dalam memberikan layanan pendidikan Islam yang unggul, progresif, dan relevan dengan tantangan zaman. *(man's/21-7-25)*