MENU

PERSADA CENDEKIA XIX

PERSADA CENDEKIA XIX

Pagi yang cerah di hari Kamis, 1 November 2018, suasana sekolah ramai. Empat tronton sudah menunggu kami di lapangan, stand by sejak pagi. Siswa kelas lima SDIT Ummul Quro Bogor hari ini akan berangkat ke Bumi Kepanduan Sentul untuk mengikuti kemah Persada Cendekia ke XIX. Persada kali ini mengambil tema “Rasulullah Teladanku”, dengan harapan generasi penerus ini menjadikan Rasulullah SAW sebagai idolanya, sebagai teladan di tengah boomingnya media sosial dan kemajuan teknologi. Persada Cendekia XIX ini juga menempa siswa kelas 5 menjadi Pramuka GENIUS. GENIUS merupakan akronim dari Gesit, Empati. Berani, Unggul, dan Sehat.

Siswa nampak antusias sekali. Euforia mengikuti perkemahan sudah terasa sejak sebulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Mereka kompak berbagi  tugas, karena perlengkapan yang harus dibawa lumayan banyak. Kompor, panci, baskom, beras, bumbu, dan sebagainya. Perlengkapan pribadi pun tak kalah banyaknya, mulai dari baju ganti, sleeping bag, matras, jas hujan, dan lain-lain.

Kehebohan mempersiapkan barang bawaan terdengar setiap hari di kelas dan di lapangan ketika latihan Pramuka berlangsung. Mereka juga berlatih mendirikan tenda ketika latihan harian Pramuka.

Pada hari H, siswa berkumpul dengan regunya masing-masing. Barang-barang terlebih dahulu dinaikkan ke tronton, disusul satu per satu mereka naik dengan tertib. Meski jalanan meliuk yang dilalui, namun mereka tetap semangat, mengisi waktu di perjalanan dengan berdzikir Al-ma’tsurat, melantunkan nasyid, menyanyikan lagu-lagu Pramuka, sampai mendendangkan Pupuh Maskumambang yang sudah mereka pelajari di pelajaran Bahasa Sunda. Ceria, bahagia, dan semangat.

Tiba di lokasi perkemahan, mereka harus membawa barang masing-masing ke area tenda. Dengan bekerja sama, mereka mendirikan tenda. Area kemah ikhwan dan akhwat terpisah. Tenda Pembina akhwat di dekat tenda akhwat, begitu pula tenda Pembina ikhwan, di dekat tenda ikhwan. Sedangkan posko panitia dan tenda kesehatan (UKS) terpisah. Udara sejuk, menghijau asri, membuat segar sejauh mata memandang.

Di hari pertama ini, setelah upacara pembukaan, kegiatannya tentang Kepramukaan. Siswa dalam regunya harus melalui pos-pos dan menyelesaikan tantangan di setiap posnya. Ada pos baris-berbaris, menyambung 2 tongkat, dan sandi morse. Ada juga pos tentang menjelaskan sifat-sifat Rasulullah SAW, sesuai dengan tema Persada kali ini, Rasulullah SAW Teladanku.

Hujan mengguyur bumi. Area pekemahan basah, jalanan licin, bercampur dengan licak lumpur. Setelah agak reda, kegiatan ma’rifatu medan dilaksanakan. Dengan memakai jas hujan, mereka menyusuri jalan setapak. Licinnya jalanan, tak menyurutkan langkah mereka. Jalan inilah yang akan mereka lalui nanti malam, mengasah keberanian dan kedekatan pada Allah SWT. Setelah itu, mereka menyiapkan makan malam sendiri, dengan menu nasi goreng. Nikmatnya nasi goreng mengisi perut yang lapar setelah aktivitas yang melelahkan. Dengan bekerja sama, mereka dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.

Perjalanan malam pun berlangsung. Jas hujan tetap dipakai, karena rinai gerimis masih menemani. Senter dibawa, untuk sekedar menerangi jalan yang dilalui. Perjalanan malam ini sebagai “miniatur” mengenang perjalanan Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Spirit ini senantiasa digaungkan, agar mereka merasakan, betapa bukan perjalanan yang mudah untuk sampai ke Madinah dalam kondisi diawasi orang-orang kafir Mekah dan melewati gurun pasir tandus.  Ada pos di mana siswa tak diizinkan menyalakan senter, dengan tetap melafadzkan ayat Laa takhoofuu walaa tahzanuu, innallaha ma’anaa.

Di sepertiga malam, mereka dibangunkan untuk menunaikan qiyamullail, bermunajat kepada Ilahi. Meski lelah dan dengan terkantuk-kantuk, mereka tetap melaksanakan sholat tahajud ini, dengan diimami Ustadz berbacaan merdu.

Hari kedua, hari yang seru. Rangkaian kegiatan menguras energi dan tawa. Kali ini pos yang tersedia adalah pos panahan, gladiator memperebutkan jeruk, voli air, merayap, dan menangkap ikan. Ada yang pandai sekali menangkap ikan di air, sehingga regunya bisa mendapatkan 3 ikan dalam waktu singkat. Baju yang basah tak dihiraukan, fokus pada tujuan mendapatkan ikan untuk lauk makan malam mereka. Dengan fokus dan azzam yang kuat, akhirnya semua regu berhasil mendapatkan ikan.

Setelah sesi menangkap ikan, mereka membersihkan ikan hasil tangkapannya. Mereka sudah mempelajari cara membedah ikan dalam kegiatan Fish Explore di sekolah. Lagi-lagi, bekerja sama membuat pekerjaan lebih mudah dan ringan. Mereka berbagi tugas, ada yang bertugas membedah ikan, membersihkannya, dan ada yang  menggorengnya. Ikan goreng ini terasa sedap menemani nasi liwet yang telah mereka masak. Api unggun menghangatkan suasana.

Malam kedua, anak-anak Pramuka Genius ini mendapatkan motivasi dari Ustadz Eman Sulaeman S.Sos.I.  Perjuangan Rasulullah SAW dalam tayangan audio visual memberi gambaran pada mereka betapa berat hari-hari yang dilalui Rasulullah SAW. Namun Rasulullah SAW menjalaninya dengan teguh, dikelilingi sahabat-sahabat terbaik.

Shalat tahajud kembali dilaksanakan di sepertiga malam terakhir. Hari ketiga perkemahan generasi sholih cendekia. Setelah sarapan dengan membuat mie goreng, selanjutnya bersiap untuk acara penutupan. Upacara penutupan dan pelantikan peserta Persada Cendekia XIX dilaksanakan di lapangan. Tenda warna-warni menjadi latar belakang.

Alhamdulillah Persada Cendekia XIX ini memberi kesan mendalam kepada generasi penerus perjuangan Rasulullah SAW yang mulia. Semoga mereka tangguh dan berdaya juang tinggi seperti generasi awal Rasulullah menempa para sahabat terdekat. Sesuai dengan slogan GENIUS (Gesit, Empati. Berani, Unggul, dan Sehat).

Sampai jumpa di Persada berikutnya.

Penulis : Nur Samsiah, Guru Kelas V SDIT Ummul Quro Bogor

 

KOMENTAR