MENU

Latih Mental Hadapi Gempa

Latih Mental Hadapi Gempa

Bogor-Ada yang menarik di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ummul Quro Bogor pekan lalu. Ada bunyi sirene satu kali saja, para peserta didik sibuk mengambil tas ransel masing-masing untuk dijadikan pelindung kepala mereka. Sirene kedua, mereka sudah bergegas menuruni tangga untuk kumpul di satu titik, yaitu lapangan sekolah.

Kegiatan tersebut merupakan simulasi gempa yang dilaksanakan SDIT dan SMPIT UQ Bogor. Penanggung jawab kegiatan, Eka Indah Sari menjelaskan, simulasi gempa menjadi salah satu rangkaian penggalangan dana korban bencana Palu, Sigi dan Donggala.

“Kami ingin memberikan edukasi ke anak-anak, bagaimana mengantisipasi atau menyelamaykan diri kalau terjadi gempa,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Kata Eka, tentu antusias peserta didiknya sangat tinggi, terlebih bencana gempa saat ini banyak dirasakan di Indonesia. “Ini menjadi bekal mereka,” tambahnya.

Selain menyelamatkan kepala dengan tas sebagai pelindung, mereka juga diberikan edukasi agar tetap tidak panik keluar dari sebuah gedung. “Dan mereka sangat rapi, pelan-pelan turun tangga sambil berzikir,” beber Eka.

Perihal donasi yang dikumpulkan warga SIT Ummul Quro, Eka mengatakan, saat ini sudah berjumlah Rp 95.578.000.

Bekerja sama dengan Tim Sosial Kemanusiaan Jaringan Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Perwakilan, Eko Febrianto menuturkan bahwa pelatihan dan edukasi tersebut dilakukan untuk mengajarkan anak-anak mengenai penyelamatan saat terjadi bencana alam.

Karena kita tidak tahu kapan terjadinya bencana, meskipun sedang belajar di dalam kelas paling tidak anak-anak memiliki kepedulian terhadap bencana jika sewaktu-waktu terjadi,” katanya.

Eko menjelaskan bahwa edukasi itu harus diberikan sedini mungkin agar anak bisa mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

“Anak-anak itu mayoritas menjadi korban dan trauma yang ditimbulkan pun luar biasa, jadi sedini mungkin dari JSIT kita bekerja sama dengan pihak sekolah berupaya memberikan sosialisasi kepada anak-anak, maka kita berupaya untuk anak-anak agar tidak panik dan mengambil sikap dalam mencari perlindungan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Sumber : Radar Bogor Edisi Kamis, 18 Oktober 2018

KOMENTAR