MENU

BUNDA PROFESIONAL DI KANTOR DAN RUMAH

FORUM SDIT INDONESIA (Jumat, 24 Agustus 2018)

Bunda, seorang ibu yang memutuskan untuk bekerja di luar rumah adalah keputusan besar yang harus disepakati oleh suami istri. Karena segala efek yang terjadi akan berpengaruh langsung terhadap keluarga dan ini harus ditanggung bersama oleh suami dan istri. 

Sekarang mari kita bahas apa yang harus kita lakukan sebagai ibu bekerja.

Luruskan niat

Wanita bekerja bersifat sunnah. Bukan wajib. Wajibnya tugas wanita adalah di rumah. Maka, pengelolaan diri kita harus tepat. Jangan sampai hal sunnah merusak yang wajib. Tata pikiran kita bahwa rumah tangga, anak-anak dan suami adalah nomor satu. Kita bekerja dalam rangka membantu suami, sekaligus aktualisasi diri untuk menopang kebahagiaan rumah tangga. Sedangkan harta yang kita dapatkan dari bekerja dan kita gunakan untuk keluarga akan dihitung sebagai sedekah.

Semakin banyak rupiah yang kita keluarkan semakin banyak pula pahala sedekah kita.

Syukuri dan ikhlaskan semuanya

Apakah Bunda merasa bersalah karena harus berpisah dengan anak-anak? Hampir semua ibu yang bekerja mempunyai perasaan tersebut. Harusnya dia bersama kita tapi kenyataannya dia bersama pengasuhnya. Apa yang harus kita lakukan untuk menutupi rasa bersalah kita?

Berikan perhatian dan kasih sayang secara penuh ketika bersama mereka. Manfaatkan waktu bersama mereka sebaik-baiknya. Karena waktu akan terus berjalan dan tak akan terulang.

Jangan sampai bekerjanya kita di luar menjadikan kita jauh dari anak-anak, atau bahkan anak lebih dekat dengan pengasuhnya.

Siapkan diri untuk menjadi wanita yang kuat secara fisik terutama yang bekerja secara full day. Secara fisik kita harus sehat dan mempunyai stamina yang bagus. Jangan sampai kita bekerja sehingga kehabisan tenaga akhirnya sampai di rumah hanya sisa tenaga.

Apalagi kita menganggap rumah adalah tempat istirahat sehingga kita tidak mau diganggu bahkan oleh anak-anak kita. Pulang dari tempat kerja bukan waktu untuk istirahat. Setumpuk pekerjaan rumah sudah menunggu kita Silakan kompromikan dengan suami cara terbaik untuk mengelola kondisi rumah.

Lakukan olahraga dengan teratur, makanan yang sehat dan bergizi serta tidur yang cukup.

Penataan waktu yang baik adalah kuncinya. Hilangkan kegiatan yang sia-sia.

Jadilah wanita yang kuat secara mental atau emosi. Tekanan di tempat kerja tentu tak bisa dihindarkan. Apalagi bekerja dengan target. Berbagai permasalahan yang ada di tempat kerja akan menguras emosi sehingga menyebabkan stress. Maka jagalah kestabilan emosi kita dengan menjaga kestabilan iman. Apabila ruhiyah kita stabil, iman kuat In Sya Allah segala permasalahan akan kita atasi dengan tenang. Jaga sholat di awal waktu, rutinkan membaca Alquran, bersedekah, mendengarkan kajian-kajian dan terus merefresh ruhiyah.

Hindari mengeluh karena mengeluh itu justru melemahkan psikis kita. Jaga semangat dan tetap berbahagia dengan segala permasalahan yang ada.

Bersikaplah profesional di rumah.

Ini adalah poin yang jauh lebih penting daripada bersikap profesional di kantor karena tugas kita yang sebenarnya adalah di rumah. Bersikap profesional tentu bukan berarti segala sesuatu yang ada di rumah harus kita lakukan sendiri.

Ketika akan pulang siapkan diri untuk menjadi istri yang menyenangkan suami dan Ibu yang penuh perhatian dengan anak-anak.

Sebelum pulang persiapkan diri secara baik. Silakan Bunda beristirahat sejenak di tengah kesibukan cukup sekitar 10 -15 menit saja. Rilekskan badan. Silakan ambil posisi yang nyaman. Boleh dengan duduk atau berbaring jika memungkinkan. Perintahkan pada diri sendiri mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk rileks dan nikmati itu. Rasakan badan terasa segar kembali. Lakukan sebelum dhuhur , setelah dhuhur atau sebelum pulang. Bersiaplah Jangan bawa masalah kantor ke rumah ya, bun. Pulanglah dengan membawa oleh-oleh cinta untuk keluarga.

Jadilah ibu yang selalu dirindukan kehadirannya di tengah keluarga.

Bunda, jalan hidup kita adalah pilihan kita. Dan setiap pilihan akan mengandung resiko. Maka jadilah wanita yang tangguh, kuat dan tegar dalam menghadapi setiap pilihan hidup.

Semoga apa yang kita lakukan dinilai sebagai pahala di mata Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin

Kepala Sekolah SDII Al Abidin Surakarta :_Bunda Farida Nur'aini_

KOMENTAR