MENU

Ummul Quro Bawa Ilmu dari Jepang

Ummul Quro Bawa Ilmu dari Jepang

Bogor – Pada 5 Februari lalu, 18 siswa serta 2 guru dari SMAIT Ummul Quro kembali ke Indonesia setelah seminggu dari 28 Januari, menghabiskan waktu di Jepang.

Mereka mengikuti kegiatan Indonesia – Japan Teenage Ambassador Program yang merupakan program pertukaran pelajar  dan digelar oleh AEON 1%Club Foundation setiap tahunnya.

Dalam kesempatan terbaik di tahun 2017, SMAIT Ummul Quro Bogor berhasil menjadi salah satu sekolah pilihan yang menjadi sorotan untuk mengikuti International Student’s Exchange dengan siswa dari Senior High School at Sakado, University of Tsukuba Jepang.

Salah seorang guru SMAIT Ummul Quro yang membimbing siswanya selama di Jepang, Hilda Rafika Waty mengatakan, beragam kegiatan dilakukan siswanya selama di Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan, memperdalam hubungan internasional, saling memahami kenegaraan masing-masing serta untuk menjalin persahabatan antara negara-negara ASEAN.

“Kegiatan tersebut diantaranya kunjungan ke kedutaan besar kedua negara, pertukaran budaya, historical visit, school experience/school visit dan homestay untuk lebih mengetahui lebih dalam budaya dan kebiasaan personal dari negara masing-masing,” sebut Hilda.

Ia sangat senang dan bangga karena dapat menampilkan kemajemukan Indonesia di negara sakura itu. “Sesuatu banget! Ditambah dengan eksis presentasi siswa Indonesia dalam FGD (Forum Group Discussion) dan membawakan tarian daerah Saman serta pencak silat asli Indonesia,” ungkap Hilda.

Selain itu, Hilda juga banyak belajar tentang budaya disiplin waktu, self management dan making good itnerary program dengan selalu melaksanakan meeting untuk mempersiapkan acara dengan matang dan detail. “Bangga bisa menjadi bagian tim mereka, pihak AEON khususnya, orang-orang Jepang pada umumnya. Kami akan menyiapkan sambutan terbaik untuk kedatangan teman-teman dari AEON dan Sakado, insya Allah,” katanya.

Salah satu siswa, Farida Zein pun merasakan hal yang sama. Ini kali pertama ia bisa berangkat ke luar negeri. “Dan saya sangat terkesan dengan lingkungan di Jepang yang bersih, teratur, tertib juga disiplin, alangkah baiknya jika hal tersebut bisa diterapkan juga di Indonesia,” ungkapnya.

Siswa lainnya, Ikhwan Ahmad Mujahid mengaku mendapatkan pengalaman seru selama di Jepang, terlebih pada saat harus menginap di salah satu rumah keluarga Jepang dan mengikuti keseharian mereka.

“Waktu homestay saya senang karena mereka sangat ramai, paling senang saat diajak jalan-jalan oleh mereka. Walaupun beberapa kali terkendala masalah bahasa, bisa teratasi dengan browsing bahasa mereka di internet, mereka pun begitu,” tuturnya.

Pengalaman berharga pun didapatkan siswa lainnya, Tubagus Fauzan Abdul Aziz selama di Jepang. Sehingga banyak hal yang bisa dibagikan kepada teman-temannya, salah satunya kebiasaan orang Jepang yang menggunakan sesuatu sesuai dengan kebutuhan. Seperti pelajaran di sekolah, misalnya, mereka belajar pelajaran yang nantinya pasti akan mereka gunakan ketika mereka kerja nanti. Juga soal transportasi, selama bisa menggunakan transportasi umum mereka tidak akan menggunakan mobil pribadi hanya untuk sekedar gengsi,” tukasnya.

 

Sumber : Radar Bogor Edisi Senin, 12 Februari 2018

KOMENTAR