MENU

Ummul Quro Latih Siswa Berpikir Analitis

Ummul Quro Latih Siswa Berpikir Analitis

Bogor – SMPIT Ummul Quro mengadakan kegiatan Karya Ilmiah (KAIL) yang berlangsung sejak Jum’at hingga Sabtu (26-27/1) pekan lalu. Kegiatan rutin tahunan ini diikuti 75 kelompok siswa dari kelas VIII. Satu kelompok terdiri dari tiga orang, dan wajib mempresentasikan hasil karya ilmiah mereka.

Menurut salah seorang guru bahasa Indonesia SMPIT Ummul Quro, Irma Hermawati, kegiatan ini merupakan akhir dari pelatihan karya ilmiah yang telah dilaksanakan selama semester ganjil.

“Nilai karya ilmiah ini juga menjadi bagian dari nilai praktik mata pelajaran bahasa Indonesia. Sehingga pada kelas IX tidak perlu praktik lagi,” jelas Irma.

Para siswa secara bergantian mempresentasikan hasil karya ilmiah mereka kepada dua guru penguji. Terdapat empat kelas yang digunakan untuk melakukan presentasikan ini.

“Dan karya ilmiah yang ditampilkan siswa sangat beragam. Mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan alam, maupun sosial, kami pun tidak membatasi tema atau topik bagi mereka, semua bebas sesuai dengan kreativitas mereka, “tambah Irma.

Ia mengatakan, dari kegiatan ini diharapkan dapat mencetak generasi anak-anak yang kritis dan analitis, serta peka terhadap lingkungan sekitar. “Serta meningkatkan kemampuan anak dalam menulis karya ilmiah, karena kan menulis karya ilmiah ini berbeda dengan menulis puisi, novel, maupun cerpen, dibutuhkan proses penelitian terlebih dahulu,” bebernya.

Salah seorang siswa, Sadrina Nur Isranti mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Melakukan hal bersama-sama, termasuk penelitian dan percobaan. “Kami membuat karya ilmiah tentang susu basi sebagai bahan dasar lem, jadi pada saat percobaan. Kami mengalami beberapa kali percobaan sehingga terus mencoba,” katanya.

Sadrina mengaku, idenya tersebut dirundingkan bersama dengan teman-teman lainnya setiap pulang sekolah. “Kami memilih ide karya ilmiah ini, karena prihatin dengan banyak susu yang tidak terjual dan akhirnya basi dan terbuang percuma, sehingga kami berpikir untuk dapat memanfaatkan susu basi tersebut menjadi hal yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Sumber : Radar Bogor Edisi Kamis, 1 Februari 2018 Halaman 13

KOMENTAR