MENU

Young UQ Entrepreneur di Muharam Fair

Young UQ Entrepreneur di Muharam Fair

Bogor – Masih dalam suasana Muharam Fair dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim di dalam maupun  luar sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan oleh anak-anak OSIS SMPIT Ummul Quro.

Pembina OSIS, Dini Andriani menjelaskan, selain mengenalkan bahwa Islam memiliki tahun baru yang harus dirayakan, juga mengajarkan bahwa dalam tahun baru Islam ada rangkaian santunan bagi anak yatim.

“Ada sekitar 33 anak yang kami berikan santunan, mereka dari anak-anak lingkungan sekolah di SMP, juga dari panti asuhan sekitar sekolah. Selebihnya kami mengadakan penampilan  dan lomba-lomba berbau Islam dengan tema “Ga Hijrah Ga Keren,” jelas Dini kepada Radar Bogor.

Muharam Fair sebenarnya kegiatan lanjutan dari Young UQ Entrepreneurship yang sebelumnya diadakan dan disukseskan oleh anak-anak kelas 7 SMPIT Ummul Quro sebagai program tahunan ditingkat tersebut.

Eka Indah Sari, selaku koordinator level 7 di SMPIT UQ, mengatakan bahwa kegiatan Young UQ Entrepreneurship merupakan kegiatan di mana anak-anak menjual sembako murah, bazar pakaian bekas layak pakai, dan melakukan kegiatan sosial atau kunjungan ke salah satu sekolah di sekitar Ummul Quro untuk mengadakan berbagai lomba dalam bentuk kepedulian sosial.

“Semua mengumpulkan sembako, barang-barang bekas layak pakai yang dijual serbamurah. Nah, hasil penjualan tersebut kami kumpulkan sebagai modal untuk santunan di Muharam Fair,” jelasnya.

Selain mempersiapkan kegiatan, mereka juga turun langsung menjual berbagai barang yang diserbu oleh warga sekitar sekolah. Kata Eka, ini mengajarkan mereka bagaimana cara berjualan dan mencari uang. “Menumbuhkan juga jiwa entrepreneurship mereka,” bebernya.

Eka mengatakan bahwa bentuk sosial dari kegiatan ini yaitu kunjungan ke salah satu sekolah sekitar UQ, merupakan upaya sekolah mengajarkan anak-anak bagaimana melihat sekolah lain yang tidak seperti sekolahnya saat ini.

“Di sana juga mereka mengadakan lomba bagi anak-anak sekolah tersebut, mengajarkan bagaimana mereka aktif membuat sebuah acara, melatih mereka juga berinteraksi dengan masyarakat lainnya,” ucap Eka.

Suhandi berharap, apa yang mereka dan sekolah lakukan  memberikan manfaat bagi masyarakat dari keberadaan Ummul Quro, dan memberikan motivasi bagi anak-anak bagaimana berjualan, interaksi sosialnya serta pembelajaran lainnya,” tutup Suhandi.

Sumber : Radar Bogor Edisi Selasa, 17 Oktober 2017 Halaman 13

KOMENTAR