MENU

UQ Cetak Penghafal Al Quran

UQ Cetak Penghafal Al Quran

Bogor – SMPIT Ummul Quro (UQ) menggelar kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru yang dikemas dalam achievment motivation training (AMT). Program baru untuk memperkenalkan SMPIT UQ kepada siswa baru ini, diikuti kurang lebih 180 peserta dari tujuh kelas.

Ketua AMT, Arie Fakhrizal menyatakan, dua hari kegiatan dilaksanakan di lingkup sekolah dan sisanya di Vila Gedong Kios, Cibedug. Hari pertama dan hari kedua para siswa baru diperkenalkan dengan profil sekolah, juga pemberian materi oleh para motivator.

“Hari ketiga, mereka diberangkatkan ke Vila Gedong Kios dengan poin kegiatan yang masih sama, yaitu pemberian materi dan terakhir diadakan outbond yang bertujuan agar anak-anak kompak satu sama lain,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Kata Arie, ratusan peserta didik baru sangat antusias dengan apa yang mereka sajikan dalam AMT. Program beda dari yang lain yang mungkin sebelumnya mereka belum dapatkan. “Yang fokusnya bagaimana menjadi siswa yang penuh motivasi dan bertalenta,” tambahnya.

Hal itu sejalan dengan slogan sekolah, yaitu ‘berprestasi’ sehingga anak-anak memiliki motivasi dan dapat mencetak prestasi dari jenjang kota hingga internasional yang sudah ditunjukkan para alumni.

Dalam pemberian materi, dihadirkan para motivator yang khas dengan nilai Islam. Ada Ustadz Ahmad Rifai selaku ketua Qur’an Centre Ummul Quro Bogor, dan Arief Afriansyah selaku  motivator dari Tim Abqo yang khusus untuk mengisi bagaimana menjadi pribadi-pribadi yang tangguh.

“Kami menghadirkan para motivator tersebut agar anak lebih cinta Al Quran, memiliki motivasi untuk menghafal jauh lebih banyak lagi dan mereka dapat menjadi penghafal Al Quran yang andal,” bebernya.

Arie juga mengatakan, harapan mereka dengan kegiatan ini, agar para siswa memiliki mental yang tangguh, mandiri dan berinovasi terhadap tantangan dalam pertumbuhan mereka ke depan,” tambahnya.

Sesuai dengan tema yang diangkat oleh SMPIT Ummul Quro “Sholih, Cendekia Perilaku Hidupku”, para siswa diarahkan tidak hanya ahli dalam beribadah tetapi bagaimana para siswa menerapkan pribadi sholih dalam kehidupan sehari-hari.

“Seperti bertemu dengan guru mengucapkan salam, santun terhadap teman, dan selalu berusaha mencapai hasil maksimal dalam bidang akademik maupun non akademik dan mereka dapat mengikuti jejak kakak kelasnya, tentunya yang tidak terkontaminasi dengan hal yang tidak baik,” tutup Ari.

Sumber : Radar Bogor Edisi Kamis, 27 Juli 2017/3 Dzulqaidah 1438 H Halaman 13

KOMENTAR