MENU

SDIT UQ Lengkapi Fasilitas Masjid

SDIT UQ Lengkapi Fasilitas Masjid

Bogor – Tiap tahun, ratusan siswa –siswi SDIT Ummul Quro mengikuti kegiatan Senangnya Nyantri di Ummul Quro atau yang akrab disebut dengan Senyum. Tahun ini, Senyum yang diadakan mengangkat tema ‘Gemar Berbagi karena Allah dan Back to Masjid (Gembira)’.  Hal itu diungkapkan guru bimbingan konseling SDIT Ummul Quro, Ika Mustika.

Ika menjelaskan, program Senyum selalu berganti-ganti tema. Tahun ini, diangkat tentang kembali kepada masjid. “Tidak hanya shalat berjamaah, tapi juga tilawah, iktikaf dan berdoa. Apa pun kegiatannya, anak diajak senang dulu berangkat ke masjid. Apalagi saat ini pendidikan harus dibiasakan sejak anak-anak seusia mereka, masih duduk di sekolah dasar,” jelasnya.

Mereka mengikuti iktikaf selama kegiatan Senyum bersama kelompoknya masing-masing dan guru pembimbing. Iktikaf dikhususkan untuk anak-anak kelas 3 hingga 5 karena mereka sudah mulai mengerti. Berbeda dengan anak-anak kelas 2 dan kelas 1 yang masih mengikuti kegiatan sanlat tidak sepenuhnya.

Selain itu, khusus anak-anak kelas 5 yang akan naik ke kelas 6, mereka pun punya program berbagi kepada masjid-masjid sekitar sekolah untuk memberikan sumbangan berupa fasilitas yang memang dibutuhkan oleh masing-masing masjid yang sudah disurvei panitia.

Kata Ika, masing-masing anak diberikan proposal untuk penggalangan dana. Mereka bebas ingin memberikan proposal tersebut ke siapa saja. “Entah ke orang tuanya, atau keluarganya, atau beberapa tetangganya juga boleh,” tambahnya.

Antusiasme mereka sangat tinggi. Anak-anak kelas 5 berhasil mengumpulkan dana Rp 44 juta dan langsung dibelikan fasilitas untuk lima masjid dan musala di sekitar sekolah. “Kami belikan karpet, sound sistem, ember, mukena, banyak, pokoknya berbagai fasilitas masjid. Semua kami survei, masjid ini membutuhkan apa dan apa, jadi tepat guna barang-barang yang kami berikan.” Tegas Ika.

Ia berharap, antusiasme anak-anak didiknya terus bertambah semakin mereka besar, dengan banyak bersedekah dan senang mengunjungi masjid sebagai orang Islam. “Islam bermula dari masjid, aktivitas semua bisa dilakukan di masjid, saya harap anak-anak terus meningkatkan kebudayaan mereka untuk senang ke masjid, sekaligus berinfak kepada orang yang membutuhkan,” tutup Ika.

Sumber : Radar Bogor Edisi Kamis, 15 Juni 2017/20 Ramadhan 1438 H Halaman 13

KOMENTAR