MENU

Tiga Siswi SMPIT Ummul Quro Raih Peringkat Satu KIR Sekolah – Manfaatkan Tanaman Urang Aring untuk Tinta Spidol

Tiga Siswi SMPIT Ummul Quro Raih Peringkat Satu KIR Sekolah – Manfaatkan Tanaman Urang Aring untuk Tinta Spidol

Sempat mengubah penelitian dari awalnya manfaatkan pelepah pisang untuk pelet ikan lele, ketiga siswi SMPIT Ummul Quro, yaitu Afifah Zahra, Kamilia Zanjabila, dan Shafiyah Hasim, kini memilih penelitian dengan memanfaatkan tanaman urang aring untuk pembuatan tinta spidol. Mengapa?

Pelepah pisang untuk pelet ikan lele menjadi penelitian awal yang mereka ambil untuk tugas tahunan di SMPIT Ummul Quro. Sayangnya, pembuatan tersebut sangat jarang dilakukan atau ditiru. Mereka mencari ide lagi di sejumlah website, ketemulah cara membuat tinta spidol hanya saja dengan ampas teh.

“Ampas teh mengandung  zat tannin dari tembakau. Nah, kami cari-cari, apa lagi yang bisa menghasilkan zat tannin, dan tahunya ada dalam kandungan tanaman urang aring. Kebetulan salah satu dari kami punya banyak tanaman urang aring, akhirnya kami pilih itu,” ungkap Afifah pada Radar Bogor.

Mereka pun mulai melakukan pengamatan, meniru, dan memodifikasi. Kata Kamilia, berkali-kali percobaan mereka lakukan, tiga kali mereka gagal dengan berbagai hasil yang tidak sempurna. Sehingga pada percobaan keempat, mereka pun membuat antisipasi dengan membuat beberapa sampel yang diuji secara bersamaan.

“Jadi, pada sampel ke empat kami membuat tiga sampel, sampel A, B, dan C dengan bahan-bahan yang berbeda. Dan salah satu sampel itu berhasil meski tidak sempurna.” Kata Kamilia.

Shafiyah mengatakan, sampel yang berhasil mendapatkan hasil yang tidak terlalu sempurna karena cairan atau tinta spidol tersebut bisa digunakan untuk papan tulis. Hanya, warna dan teksturnya tidak kental. “Jadi warnanya tidak terlalu tebal, tintanya itu kayak spidol mau habis,” ucapnya.

Kesimpulannya, tambah Shafiyyah, masyarakat bisa dapat lebih memanfaatkan tanaman urang aring sebagai pembuat tinta spidol yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, juga mudah didapat. “Bisa saja dijadikan industri rumahan, dari kecil-kecilan hingga besar. Tinggal hasil yang kami buat disempurnakan lagi dengan komposisi yang lebih besar,” tutupnya.

Sumber : Radar Bogor Edisi Selasa, 13 Juni 2017/18 Ramadhan 1438 H

KOMENTAR